PALESTINAAAAAAAAAAAAA, Here we come!!!!!!!!!!!!!!!!
Dukamu, duka kami
Tangismu, tangis kami
Kami titipkan doa dalam sujud yang khusyuk kepada-Nya
Kami serahkan semuanya untukmu
Jangan bersedih, sahabat ...
Innallaha ma'ana ...
Biasssaaaaa ajjjjjjjjjjja kale!
Masyarakat Jerman – sebuah Bangsa yang bersahabat
Tiga tahun telah berlalu, sejak saya berada di Jerman. Disini saya telah banyak melihat, bahkan mengalami sendiri. Saya telah lama barpikir akan sesuatu untuk ditulis, seperti Jerman menurut pandangan saya
Gambaran pertama saya pada Jerman mengingatkan saya pada masa kanak-kanak kira-kara ketika saya berumur 8 atau 9 tahun. Saat itu saya melihat sebuah mobil Mercedes-Benz sedang melaju di jalanan kota Beijing, ibukota RRC. Ayah saya -saat itu kesibukan ayah saya sebagai diplomat di Jerman- berkata kepada saya, itu adalah mobil terbaik di dunia dan Jerman merupakan negara produksinya. Seiring dengan waktu, saya senantiasa membenarkan kesan ini - Jerman selalu dihubung-hubungkan dengan kualitas yang bagus.
Orang-orang Jerman adalah bangsa yang bersahabat. Sayangnya kadang-kadang seseorang ada yang tidak suka mendengar ada orang asing. Itu adalah tema yang tidak menyenangkan baik bagi orang asing yang hidup di Jerman, maupun bagi orang Jerman yang jujur. Manusia yang tidak bersahabat ada dimana-mana di dunia ini.
Tanpa menunggu, seseorang seharusnya menggunakan kesempatan bila kesempatan itu datang. Baru saja ketika saya ragu-ragu datang seorang teman saya, Stefan menghampiri saya. Dia mengamati saya dengan teliti, seolah-olah dia tahu apa yang saya pikirkan. Dia bertanya kepada saya, apakah saya mau ikut dengan kelompoknya. Akhirnya saya masuk dalam kelompok ini. kemudian semua berlalu tanpa disadari. Para anggota kelompok sangat kooperatif dan berhasil diselesaikan dengan baik, ketika saya mempresentasikan hasilnya di depan profesor dan teman sekuliah saya. Saya sangat terharu ketika mendengar tepuk tangan karena saya tahu tanpa dukungan profesor, teman sekuliah saya dan bapak Veit studi saya tidak akan pernah berhasil. Saya wajib selalu berterima kasih kepada mereka.
Rakyat Jerman adalah rakyat yang besar, yang telah menghasilkan sumbangan sejarah bagi perkembangan kemanusiaan. Saya memiliki rasa hormat yang besar untuk rakyat Jerman. Antara RRC dan Jerman terdapat hubungan bilateral yang baik. Tetapi kenyataanya adalah bahwa Cina adalah negara berkembang yang terbesar di dunia. Sejak pengenalan reformasi dan politik terbuka ekonomi di Cina selalu berkembang. Kestabilan politik dalam negeri dan pasar-pasar besar selalu dibicarakan. Pada kenyataanya orang-orang Jerman yang saya temui termasuk rektor, profesor, dan teman kuliah saya dan juga teman kerja saya dari perusahaan di tempat saya praktek sangat ramah kepada saya dan mereka memberi saya banyak dukungan.
Kenangan yang selalu sering saya ingat adalah buku pelajaran terakhir sewaktu saya belajar. Buku itu berisi tentang rancangan permainan perusahaan, sebuah studi kasus yang diselenggarakan di Konstanz. Kami telah dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 5 sampai 6 orang. Saya memiliki pertimbangan lagi untuk ikut serta, saat itu saya tahu bahwa ini termasuk nilai kelompok dan pelajar-pelajar Jerman sangat ambisius. Maukah mereka menerima pelajar asing di dalam kelompok mereka? Seseorang belajar banyak dari hal itu, terutama bagaimana orang Jerman berpikir dan bagaimana dia memulainya, itu baru hal yang sederhana, apa yang harus saya pelajari di Jerman selain bahasa dan juga berbagai bidang pengetahuan. Saya benar-benar bersemangat. Menurut jiwa orang Cina dalam hal ini seseorang seharusnya menunggu, sebagai gantinya harus aktif bertanya, karena barang siapa ditolak maka terancam kehilangan impian. Tetapi saya akan.
Untuk sebuah pandangan masa depan yang bagus. Teknologi dan Manajemen Jerman menentukan tingkatan yang sangat tinggi. Antara Jerman dan Cina tidak ada percekcokan yang tertinggal secara sejarah dan tidak ada konflik aktual yang menarik. Secara ekonomi kedua negara itu dalam jumlah yang besar adalah pelengkap dan dapat saling melengkapi satu sama lain secara ideal. Begitu pula saya sebagai pelajar Jerman yang berasal dari Cina akan menerima tanggung jawab itu dan mendorong kedua negara baik dari segi ekonomi maupun juga hubungan bilateral dalam segi budaya antara keduanya. Itulah yang saya tampilkan dalam disertasi saya dengan tema "Nilai-nilai Budaya dalam Manajemen dengan menitikberatkan pada masalah kepemimpinan dengan Perusahaan Cina"
Yunfeng Liu, lahir pada tanggal 19 Juni 1971 di Beijing,RRC. Menamatkan pendidikan Diplom Germanist di Universitas Shoudu Shifan, Beijing.
Pada Akademi Ekspor Reutlingen dia memperoleh gelar Ekspor Diploma agar dapat belajar di Universitas Leipzig sebagai Doktor
di bidang Ekonomi Perusahaan.
Diriku adalah Cintaku
"Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya" (QS.Ibrahim : 34)
Alhamdulillah aku masih hidup. Selama 20 tahun ini, banyak sekali pengalaman hidup yang sudah kujalani. Manis pahit kehidupan melebur menjadi satu, sehingga menyisakan kenangan-kenangan yang indah. Hidupku yang sesungguhnya ada pada saat aku menjadi mahasiswa karena menurutku pemikiranku sekarang adalah masa depanku. Menurutku, menjadi mahasiswa membutuhkan 3 hal yaitu, logika yang tinggi sebagai bekal pengetahuan, sikap dan tingkah laku yang baik sebagai bekal bersosialisasi di masyarakat dan yang paling utama adalah keimanan yang kuat sebagai landasan hidup. Ketiga hal tersebut belum terasa sempurna di diriku, karena semua itu butuh proses. Namun demikian, aku merasa nyaman dengan kehidupanku menjadi mahasiswa sekarang. Entah mengapa...
Dua setengah tahun sudah aku berkuliah di Universitas Negeri Jakarta, tepatnya di Fakultas Bahasa dan Seni, jurusan Pendidikan Bahasa Jerman. Aku merasa jurusanku ini "gue banget" . Terlebih ada beberapa karakter sifat masyarakat Jerman yang mirip dengan sifatku contohnya, keterus-terangan dalam pergaulan. Jika ada hal yang aku suka, maka aku akan langsung katakana begitupun sebaliknya jika ada hal tak kusuka, maka langsung kuutarakan. Sifat inilah yang mungkin bagi sebagian orang yang baru mengenalku akan berpikir dua kali untuk berteman denganku. Kemudian akupun paling tidak bisa untuk berbasa-basi. Sifat selanjutnya adalah cuek. Aku sangat tidak suka bila ada orang asing (orang yang baru kukenal) yang ingin mengetahui segalanya tentangku dengan tujuan untuk kepentingan pribadinya, karena aku juga tidak ingin tahu siapa dia. Jadi, go away from me! Don't disturb me! . Dan sifat yang terakhir adalah kecekatan dalam bergerak. Aku tak pernah mau menunggu sedetikpun. Bila ada kesempatan yang baik bagiku, maka tanpa banyak berpikir lagi aku akan memanfaatkannya sebaik mungkin, karena "so lange warten, macht dumm", artinya terlalu lama menunggu, dapat membuat bodoh seseorang. Setiap detik begitu mahal harganya ketika dibayar dengan satu kata "menunggu". Bagiku, setiap gerak adalah nafas hidup. Jadi manfaatkanlah !
Kebiasaanku adalah sering lupa ingin berkata apa, jika ada seseorang yang mencela perkataanku. Kalau sudah begitu, semua yang ingin disampaikan akan lenyap tak berbekas. "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain", melalui motto ini aku selalu berusaha dalam pergaulan untuk selalu memberi kepastian, dan jangan pernah memberi pengharapan kepada seorangpun. Jangan pernah berharap lebih kepada manusia, bila kita tidak siap menerima kata "kecewa".
Warna kuning adalah warna kesukaanku, karena menurutku kuning melambangkan keceriaan. Hewan yang paling kusukai adalah kucing. Sungguh, Allah telah menciptakan kucing menjadi sesosok makhluk yang sangat lucu dan imut. Pendeknya, jika ada kucing di sampingku, segala permasalahan hidup seakan lenyap tak tersisa.
Harapanku yang utama sekarang adalah segera menyelesaikan studi di jurusanku secepat mungkin. Lalu segera mendapat pekerjaan yang selama ini aku cita-citakan. Singkatnya, aku ingin, agar kelak keberadaanku dapat membuat bangga orang-orang disekitarku. Amien...
Satu hal yang harus semua orang tau adalah aku sangat menikmati menjadi aku yang sekarang, aku dengan sifatku, aku dengan lingkunganku, aku dengan pemikiranku dan aku dengan duniaku, sehingga sangat sulit bagiku bila aku harus merubah semua yang ada di diriku sekarang, karena aku telah jatuh cinta pada diriku.
& nbsp;
