Pelangi-pelangi

01.29.09 (6:43 pm)   [edit]

Hidup ini sangat seimbang

ada baik ada jahat

ada rajin ada malas

ada "hitam" ada "putih"

semuanya berdampingan.

Lantas mengapa masih memaksakan pendapat

toh dunia ini penuh dengan warna

jangan hanya konsisten dengan satu warna

kalau ingin bertahan hidup, tak ada salahnya

kita sapukan tinta merah, biru, kuning, hijau di dalam buku harian kita.

sungguh, akan terlihat pelangi. Coba, ya.

0 Comments

Perokok Terancam Kanker Lidah

01.04.09 (8:52 pm)   [edit]

By Republika Newsroom Kamis, 25 Desember 2008 pukul 08:44:00

JAKARTA-- Asap rokok yang mengepul dalam rongga mulut dan terkena lidah dapat memicu kanker lidah. Waspadai bercak putih pada sariawan yang juga tidak kunjung sembuh. Hal tersebut juga bisa menjadi pemicu timbulnya kanker lidah.

Lidah merupakan organ yang sangat penting pada tubuh yang sama pentingnya dengan bagian tubuh lainnya. Nyatanya lidah dapat terkena kanker (tumor ganas).

Menurut dokter gigi Klinik Bakti Asih, Pondok Kacang Ciledug Tangerang, drg Tuti Octavira, berdasarkan anatominya, lidah dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu 2/3 depan (anterior) yang dapat digerakkan (termasuk dalam bagian dari rongga mulut) dan 1/3 belakang (posterior) yang tidak dapat bergerak (termasuk dalam bagian orofaring).

“Mereka merupakan satu kesatuan, walaupun berasal dari perkembangan jaringan embrio yang berbeda,” ujar dokter Tuti.

Lebih lanjut dia menjelaskan, insiden kanker lidah meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Umumnya terjadi pada usia sekitar 60 tahun, tetapi saat ini telah terjadi pergeseran usia sehingga banyak ditemukan pada usia lebih muda.

Kebanyakan perokok adalah pria. Tak heran jika pria lebih banyak menderita kanker lidah dari pada wanita dimana perbandingannya adalah 2:1. Tapi kondisi tersebut, kata dokter Tuti juga mulai bergeser karena sudah banyak wanita merokok.

"Kasusnya pun menjadi banyak juga terjadi pada wanita," ungkapnya.

Faktor predisposisi utama terjadinya kanker lidah ini adalah alkohol dan tembakau, selain itu pemakaian gigi palsu yang tidak sesuai, kebersihan mulut yang buruk, radang kronis dan genetik.

Kanker lidah yang paling sering terjadi adalah tipe karsinoma sel skuamosa, jelas dokter Tuti. Sedangkan untuk jenis yang lainnya jarang terjadi. Kanker lidah umumnya terjadi pada bagian tepi lateral, bisa berbentuk eksofitik, infiltratif, dan ulkus

Gejala kanker lidah, dijelaskan Tuti, biasanya terdapat luka (ulkus) seperti sariawan yang tidak sembuh dengan pengobatan yang adekuat, mudah berdarah, nyeri lokal, nyeri yang menjalar ke telinga, nyeri menelan, sulit menelan, pergerakan lidah menjadi semakin terbatas.

"Pada stadium lanjut terjadi kesulitan untuk membuka mulut (trismus) dan adanya pembesaran kelenjar leher," imbuhnnya.

Tuti menuturkan, pencegahan kanker lidah ini, tentunya dengan menghindari faktor-faktor resiko yang bisa mencetuskan timbulnya kanker lidah tersebut. Menurut beberapa penelitian, dapat diberikan retinoid untuk pencegahan kanker lidah dari premalignant (awal dari keganasan) menjadi malignant (keganasan), dan juga untuk mencegah timbulnya tumor kembali di tempat yang berbeda (second primary tumor) dengan cara menstabilisasikan membran mukosa.

Asap rokok yang mengepul dalam rongga mulut dan terkena lidah ternyata memicu kanker. Lidah
bisa mengering karena paparan asap rokok.

“Kalau itu terpapar bolak balik mekanismenya akan bekerja berlebihan. Akhirnya orang yang berbakat untuk kanker, sel-selnya berubah menjadi ganas yang akhirnya akan menjadi kanker lidah,” ucap dokter kelahiran Medan, 6 oktober 1981.

Bukan hanya asap rokok, anda yang malas menjaga kebersihan mulut dan gigi memiliki resiko terkena kanker lidah, karena kuman yang berjangkit lama-lama menjadi jamur, akhirnya berkembang menjadi kanker juga bisa menjadi pemicu dari kanker lidah. (cr1/ri)

 

2 Comments

Palestine... Here We Come

01.03.09 (3:48 am)   [edit]

”Tetet-tetet-tetet... Dorr. Dorr. Dor”, terdengar suara ledakan bom dan desing senapan berbaur bersama isak tangis para penghuni surga di bumi Palestina. Astagfirullahal Adzim... Di sebuah sudut di jalan raya ku melihat seorang bocah menangis di hadapan ibunya yang sedang sekarat. Darah dan air mata tumpah ruah di jalanan Palestina. Di sisi lain, mata ini begitu perih tatkala melihat sekumpulan muslimah Palestina dicegat oleh seorang tentara bengis Israel ketika ingin masuk ke Universitas Islam di Gaza. Dan a...a...aku melihat tentara-tentara yang lain datang mengerubuti para muslimah. Tatapan curiga bercampur liar menghiasi interogasi di setiap langkah kaum muslimat.  Mereka berusaha menghindar. Berlari sekuat tenaga mempertahankan harga diri seorang muslimah. Tapi, tidak!!! Dorr. Bunyi tembakan melumpuhkan langkah seorang dari mereka. Tidak ada waktu untuk menyelamatkannya, muslimah yang lain bergegas lari menjauhi tentara yang sedang mengejar mereka. Sedang satu orang muslimah tadi sudah dikerubuti para tentara. Apa!!! Seorang dari mereka berusaha mendekati bidadari surga ini. Sungguh! Aku ingin menolong. Tttapi kaki ini terasa lumpuh, sulit untuk digerakkan. Tangan ini serasa kaku untuk bertindak. Ada apa ini? ”Tidaaaaaak,” teriakku. ”Ton, ton... bangun udah jam 8. Lo kagak ke kampus?” suara khas emak membangunkanku dari alam bawah sadar. Pfuih...Mimpi, gumamku dalam hati. Meski itu hanya mimpi, aku tetap berdoa ”Ya Allah... Lindungilah saudari-saudari kami dari kebengisan tentara-tentara Israel. Berikanlah mereka kekuatan untuk melawan, dan jadikanlah mereka kelak bidadari-bidadari surga yang Engkau janjikan. Amien...”     & nbsp;

0 Comments

AF(GAN)TENG

01.03.09 (3:46 am)   [edit]

Pertama gue melihatnye langsung dah jatuh ati. Gimana gak?Finally he walks in front of my house, besides doski mukanye cute pula. “Ti, yati noh da gacoan baru”, teriak gue begitu ngeliat die. Spontan si Yati, adik gue paling bontot yang tingginya emang semampai (maksudnye semeter kagak sampai), buru-buru jinjit ngeliat objek yang gue maksud. “Widih… ganteng juga ye,kak. Besok kalo die liwat lagi kite kasih umpan,nyok”, nyerocos Yati. ”Siip!” balas gue sambil mengacungkan jempol. Esok harinya pada jam, menit dan detik yang sama Yati dan gue udah siap-siap jegat doski sambil bawa umpan. “Nah, tu die mo jalan kemari. Siap-siap,kak itungan ketiga kite keluarin tu umpannye” kata Yati. ”Ok,” sahut gue. ”Satu, dua, dua setengah, dua seperempat, ti...ga. Pus,pus, meong sini sayang nih ada ikan,” ucap Yati nawarin ikan cuwe nyang tadi pagi beli di pasar Klender. Emang dasar tu kucing lagi laper, ikan sepiring abis dilahap die. ”Kak, kite namain si AFGAN aja nyok! AFGAN, maksudnya AF(GAN)TENG ” usul Yati. ”terserah lo aja dah,” jawab gue sekenanya.

0 Comments

Life is Rainbow ...

01.03.09 (3:44 am)   [edit]

Pagi yang cerah datang menyapaku, seiring dengan bergantinya tahun. Aku berharap di tahun 2009 ini seberkas cahaya kan menyinari hati ini. Amien... Sebuah buku tebal berisi lembaran-lembaran putih bersih sudah menunggu coretan hitam penaku. Pengalaman baru, ujian baru, atau mungkin kesempatan baru siap kusambut dengan penuh SEMANGAT! Tawa yang pernah ada kan kujadikan kenangan indah, sedang duka yang lampau sudah kubuang jauh-jauh di samudera biru. Life is like a rainbow. Sometimes red, yellow, green or even blue. The Show must go on, cui! 

0 Comments