Muridku berbicara Aborsi..
Sore itu aku kembali bertemu dengan murid-murid les jarimatika di sebuah tempat kursus. Dengan semangat tinggi kulangkahkan kaki menuju tempat kursus. Setengah jam di perjalanan menuju lokasi rasanya begitu lama. Aku tak sabar lagi bertemu dengan anak-anak didikku, yang begitu bersemangat dalam menuntut ilmu. Kehidupan pas-pasan tak membuat langkah mereka surut dalam mengejar cita dan asa.
“Assalamu’ala ikum,” salamku saat memasuki kelas.
“Wa’alaikum salam. Bu Nitaaaa,” teriak mereka sambil segera menghampiriku, saling berebut tanganku untuk cium tangan.
“Apa kabar semua?” tanyaku. “Alhamdulillah baik, bu” jawab Kholis.
“Sehat, bu”ujar Nabila
“Bu, Bilqis gak masuk karena sakit panas,bu” lapor Amanda.
“Innalillahi&hellip ; Semoga Bilqis segera sembuh agar bisa segera masuk les ya” harapku. “Yuk kita mulai belajar, sebelumnya mari baca doa terlebih dahulu
” Bismillahirrahmaanirrahii m.. Rabbii dzidni ilman war zuqni fahman.. Ya Allah tambahkanlah ilmuku dan pertinggikanlah kecerdasanku. Amien..."
Sepotong doa menuntut ilmu nyaring terdengar dari dalam kelasku, sebagai pembuka agar ilmu yang didapatkan menjadi berkah bagi kehidupan kelak. Amien, amien ya rabbal’alamien.. Doa menuntut ilmu selesai dipanjatkan, kemudian tanpa diberi aba-aba terlebih dahulu, murid-muridku segera membuka buku dan mulai mengerjakan. Dua puluh menit berlalu tiba-tiba Damar bersorak memberi tahu sesuatu, “Bu, tadi di depan
puskesmas banyak polisinya,bu. “iya bu, tadi jalanan sampai macet,” sambung Tiara.
“Memangnya ada apa?” tanyaku ingin tahu.
“Ada yang… apa tuh namanya…” jawab Tiara sambil menerka-nerka jawaban yang benar.
“Itu bu, tadi katanya di Puskesmas ada yang aborsi,” jawab Nevy.
“Hah? Astagfirullah… serem amat,eh.. emang kalian tahu apa itu aborsi?” kataku.
“Aborsi itu artinya ya membunuh anak, bu” jelas Damar.
“Iya , aborsi itu maksudnya bayinya dibunuh, ya kan bu?” ujar Tiara tak yakin.
“Berarti bayinya dimatiin dong, bu?” Nabila dengan tak yakin bertanya.
Sekilas aku terbengong-bengong mendengar jawaban murid-murid didikku. Muridku yang semuanya siswa SD kelas satu ini begitu jelas dan tepat menerangkan kata ABORSI. Mungkin orang tua mereka yang memberitahu makna aborsi, pikirku.
Kemudian aku menjelaskan singkat makna dari kata aborsi. “Ya, aborsi adalah sebuah kegiatan yang menghilangkan nyawa jabang bayi. O, iya tahu darimana teman-teman makna dari aborsi?” tanyaku.
Beberapa muridku menjawab bahwa mereka mengenal kata aborsi dari sebuah sinetron ***, yang pemainnya pernah melakukan aborsi.
Ya Rabb.. begitu besar pengaruh acara televisi pada anak-anak, banyak istilah yang sebenarnya belum waktunya diketahui oleh mereka, ditambah tayangan sinetron yang menampilkan tindakan yang tak sepantasnya ditonton oleh anak-anak .
Sesampai di rumah aku mencari referensi mengenai aborsi, sebuah kata yang menyeramkan ini mengusik rasa ingin tahuku. Sebagai pendidik, aku harus banyak memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan agar kelak ketika mengajar dapat menjawab celotehan maupun pertanyaan yang kadang dilontarkan oleh murid-muridku. Bahkan tak jarang pertanyaan tersebut suka tak nyambung dari tema yang dibahas. Tak maulah aku terlihat bodoh di depan murid-muridku.
Selembar Koran Republika tergenggam di tanganku. Besar-besar tertulis di sana sebagai judul, dengan bunyi “ISLAM LARANG ABORSI.” Berikut beberapa informasi yang kudapatkan dari Koran tersebut:
• Kasus Aborsi di tanah air ternyata sangat tinggi yaitu mencapai 2,5 juta kasus setiap tahun, dan angka ini mengalahkan kasus aborsi di Amerika Serikat yang mencapai 1,2 juta kasus per tahun. Menurut Guru Besar Universitas Yarsi Jakarta, Jurnalis Uddin, 2,5 juta kasus ini tak termasuk kasus aborsi yang dilakukan di jalur nonmedis. Itu artinya, kasus aborsi di Indonesia bisa lebih tinggi lagi jumlahnya. Kemudian menurut KH. Anwar Ibrahim, Ketua Komisi Fatwa MUI, bahwa seks bebas merupakan pemicu tingginya aborsi.
• Masih ada kontroversi pada isi UU kesehatan yang baru tentang aborsi, khususnya pasal 75 dan 76. Penjelasannya dapat dilihat di http://erabaru.net/nasional/5...
• Pada prinsipnya, aborsi dilarang tak hanya oleh agama islam tapi juga oleh semua agama (baca: link yang sudah saya cantumkan di atas).
Seusai membaca artikel tersebut, aku merinding takut, teringat akan sebuah ayat dalam Al-Qur’an, bahwa neraka jahanam adalah tempat yang kekal bagi pembunuh..
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa: 93)
Dalam hati ku berharap,bangsa Indonesia dapat diberkahi oleh generasi-generasi murni yang berkualitas dan membanggakan, bukan generasi yang didapat dari hasil zina. Naudzubillahi min dzalik…
PILU
Aku terdiam dalam kenyataan
Tak pandai berkata-kata
Cukup tetesan air mata menjadi jawabnya
Kala kau berkata sejujurnya
Hatiku pilu
Lidahku kelu
Seakan petir menyambar di siang hari
Apa maksudmu?
Mengapa kau berbuat demikian?
Apa salahku?
Cukup terima kasih sampai disini
Hanya air mata jawabku

eine BITTE von MIR
Es ist mir verwirrt, um etwas auszudrücken. Keine Ahnung, keine Ideen, aber ich versuche etwas zu äussern
eine Bitte von Mir
Bitte nicht zu sprechen
Wenn es mir langweilig ist
Bitte nicht zu lachen
Wenn ich Schwierigkeiten habe
Bitte nicht zu bejahen
Wenn ich etwas verneine
Stell aber dich bitte zu mir!
Wenn ich mich an der Spitze einsam lebe
Cinta dalam kacamataku
Lagi.. lagi dan lagi aku terbangun dari tidurku. Sudah kesekian kalinya kata-kata itu terngiang dalam benak ini. Ingatanku beralih ke suatu senja di hari sabtu saat seorang kawan bertanya serius kepadaku "Nit, have you ever falling in love?"
Hufff... pertanyaan yang sama yang menjadi langganan teman-teman terdekat. Of course, I have, I'm normal, man, terangku kepada mereka yang selalu bertanya dengan pertanyaan tersebut.
Cinta... Cinta.. Cinta selalu menarik diperbincangkan diantara tua dan muda, diantara adam dan hawa. Untuk istilah ini aku tak pernah asal mengungkapkan maknanya. Bagiku cinta memiliki arti yang sangat luas, sempit sekali bila kita memaknai cinta dengan hubungan antara dua lawan jenis. Oleh karena itu, aku selalu mengobral kata cinta dengan keluarga, saudara, anak-anak didik bahkan kucing kesayangan, Af(gan)teng...
Meski ku mengobral cinta, namun aku bukanlah si petualang cinta, yang mudah terbuai oleh rayuan gombal bin gembel kaum adam. Mulut memang dapat berkata manis, namun maaf aku hanya ingin mencintai sekali sudah itu mati..
The last but not the least, aku percaya dengan cinta, aku tidak hanya mendapatkan rahmat dari Sang Pemilik Alam Semesta, Robbul Izzati, Allah SWT tapi aku juga mendapatkan keridhoan hati dari sesama.

