Ready to ...

 

 

Ingatkah kau kala itu

Bersama kita sepakat memilih hari

Menandai tanggal itu

Dengan pasti tanpa ragu

Aku dan kau pun senang

Menyongsong ikrar dibacakan

Melingkarkan tanda di jari manis

Menggenapkan yang ganjil

Duhai dirimu,

Jangan lupa hari itu kian mendekat

Sudah jangan ditunda kembali

Karena kita berdua telah siap

_________________________

for all, who ready to the next step

Kata dalam status FB

 

 									more than

 

Tak ada maksud apa-apa diri ini memposting tulisan ini, selain ingin menyampaikan pendapat mengenai status di facebook.

Saya… bukan seperti si A, bukan seperti si B, atau yang lainnya, saya hanyalah saya. Seorang yang tak pandai berkata-kata dalam status. Membaca tulisan status di facebook teman-teman sungguh menarik, ada yang menggambarkan tentang pekerjaan, kuliah, dan aktivitas lainnya, ada pula yang menuliskan wise words ,sebagai status, yang penuh dengan makna. Sangat indah. Lalu ada pula yang menuliskan status mengenai isi hati, mengungkapkan uneg-uneg yang mungkin tak sempat tersampaikan di dunia nyata. Untuk yang satu ini, saya sangat sulit mengomentari.

Dengan beragamnya status di facebook tentu kadang membawa masalah di dunia nyata.

Saya mendapatkan berbagai cerita mengenai respons status facebook seseorang. Contoh, si A yang dengan gamblang dan beraninya menuliskan status yang isinya selalu menyinggung bosnya di kantor, teman sekantornya mengomentari, dan ternyata terbaca oleh si Bos. Tanpa tedeng aling-aling si Bos memberhentikan si A dari kantor.    

Contoh lainnya, si B seorang mahasiswi yang menuliskan status di facebook dengan kata-kata yang ‘dahsyat’, mengeluhkan kelakuan si dosennya tentang apa saja yang berhubungan dengan perkuliahan. Yang disinggung memang tak terdaftar sebagai friend. Tapi kata-katanya itu loh yang bikin kita ngurut dada. Masya Allah…

Lain lagi contohnya bila isi status facebook tentang curahan hati. Misal si C, seorang gadis ABG SMA yang sedang berbunga-bunga, dengan tanpa sensor memberitakan perasaannya setelah seharian pergi dengan si doski. Kebayang dah kata-katanya seperti apa. Ibarat kata ya dunia hanya milik mereka berdua, yang lain ngontrak. Ckckck…

Menyikapi fenomena diatas, saya hanya ingin sampaikan satu hal, mari perlakukan kata dengan sebaik dan seanggun mungkin. Agak miris hati ini bila kata dieksploitasi habis-habisan tanpa ada arah yang jelas. Bila ingin berkata-kata, buatlah dalam rangkaian yang indah misal dalam puisi, cerita, artikel, bait lagu dll. Tolong tidak  batasi kata hanya di status facebook. ^_^

Mulutmu harimaumu…

Ta'aruf itu...

Ini adalah tulisan yang ada di notes FB teman saya.
Saya copas karena penting dan baik untuk direnungkan
oleh smua yang hendak ingin menikah.
Judul asli: "Atas Nama Ta'aruf"
 
Saudariku....sahabatku...
ukhti muslimah....

Sungguh pun taaruf bukanlah sebuah permainan....bukan sekedar coba-coba...bukan sekedar perkiraan...

"hmm..siapa tau cocok..."
"hmm...siapa tau jodoh..."
"siapa tau..."siapa tau...'

atau bahkan...

" Hmm....lumayanlah...buat hepi-hepian...???????"

Astaghfirullah....

Sungguh...Taaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!

Bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAH...OLEH ISLAM..adalah sebuah permainan iseng...permainan coba-coba...sebuah kesenangan terselubung...??????

Bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARAN...justru tanpa disadari masuk dalam PACARAN tersebut...

Bagaimana mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang suci...suatu ikatan yang mahal harganya...sebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa saja...siapa saja yang mau...siapa saja yang ada...atau sebuah iseng-iseng berhadiah...??????????????
?

Dengan perkataan...
"coba ah...sama dia...siapa tau...hehehe..???????????"

TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH TEMEH SEPERTI ITU....!!!!!!!
TAARUF ITU SUNGGUH SUCI...!!!

Sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya...
Saya bukan siapa-siapa...bahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam dengan masalah ini....

Tapi...sungguh miris hati saya ketika melihat realita...taaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran...!!!

Akhibatnya...??? taaruf tiada bedanya dengan pacaran...???
Lalu...??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan "selimut Islami..."????????

Jika pacaran yang dibicarakan adalah...(hmm..mungkin ..^^)
"sayang...ketemuan yuk..."

Taaruf...
"ukhty...sholat tahajud dulu...??????????"

Jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan
"sayang...aku cinta kamu..."

Taaruf ...??
"ukhty...sungguh hati ini mencintaimu karena Allah...????"


Sms-sms penuh perhatian...tiap hari...tiap jam...
Telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari...
Chatting..???
YANG DIBICARAKAN...??????? hmm..tidak jauh beda...!!!

Kiranya semuanya telah tau...
Bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki...

Namun...saya wanita...dan ukhty pun wanita...

Tapi kita juga tau...bahwa perhatian laki-laki...kasih sayangnya...sikap melindunginya...kesetiaann
ya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita...

Mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata...
"iih...iseng bgt sih..."
"nyebelin..."
"ganjen..."
"TP TP..."
"ngapain sih ngajak-ngajak taarufan nggak jelas.."


TAPI....kita semua juga tau....

Cinta itu tumbuh karena terbiasa...

terbiasa dekat...
terbiasa ada...
terbiasa bersama...
terbiasa berantem..hhe..^^
terbiasa saling menyapa...
terbiasa diberi perhatian...
terbiasa saling mengobrol...hmm...

Cinta itu teramat bening...
saat ini tiada apapun...namun perlahan...tanpa kita sadari...dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita,,,menguasai kita...

Awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...
Terganggu oleh sms-sms isengnya....
Terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....

Namun...tanpa kita sadari...
saat ia tiada...
saat sms tak kunjung tiba...
saat telepon tak berdering lama....????
akan ada perasaan kehilangan....
setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...
setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....

Dan itukah...??? itukah saudariku....??? yang dinamakan dengan..."MENCINTAI KARENA ALLAH...???" itukah...????
itukah....?????????

ya akhi...para ikhwan....
sungguh hati wanita ini lemah....
hati wanita itu mudah terjangkiti virus....

dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...
bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginginkan adanya kebersamaan...
merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...
sementara....KITA BELUM HALAL....!!!!!!
DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...???
sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...???
sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu...???
mulai berharap padamu...???

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.
Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.

Ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....
Jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu...???
Bersembunyi dibalik HPmu...???
Bersembunyi dalam kata-katamu...????????

kita sudah lelah dengan semua itu...
sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE ...
yang hanya berani di dunia maya...
yang hanya berani di dunia sms...

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....

Jika engkau memang sungguh serius...
DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!!
JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani....
kami wanita yang ingin menjaga diri...
kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....
kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....
DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!
 
PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....
DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA ...!!!

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup.
Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu.
Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.
Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya.
Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa.
Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….

ATAS NAMA TAARUF...???


MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..."
mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."
maka...
wanita akan menjawab..

suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...
akan kami layani kebutuhannya....
akan kami tunggu kehadirannya...
akan kami berikan jiwa kami...raga kami....
bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam rangka taaruf...??

suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung kami...
bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya sebatas tukaran biodata..??

mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...
ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....
bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata..."baik saya setuju...taarufan..."

ya akhi....saudaraku...para ikhwan....
JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!!
KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!



Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]
 

Sandiwara saja

 

 

 

"Cepat, pergi!" teriaknya lantang mengusir

"Tidak! Dia tidak salah. Kau yang salah. Kau yang bodoh!" sesuatu itu membelanya

"Usir saja dia! Dia telah membuatmu menderita, rasa itu seharusnya bukan milikmu, juga bukan miliknya. Tapi tetap saja dia terlanjur menciptakan rasa itu," sedang sesuatu yang lain mati-matian membela pemain utama.

"Aaaaghh...hiks.. hiks.. hiks.. tolong pergi sekarang!" lagi-lagi pemain utama memohon kepadanya.

Yang diminta pergi malah semakin mendekat, menyampaikan rasa, menterjemahkannya ke dalam kata, dan juga tindak, hingga akhirnya memberi makna dan warna disetiap gerak hidup pemain utama. Di sisi lain dua sosok itu berkontradiksi, membujuk dan memberontak.

"Sudahlah sambut saja dia.. Dia berniat baik, ingin membantumu, agar kau bisa selesaikan semuanya dengan tenang," suara itu terus membujuk pemain utama.

"Jangan! Jangan kau terima bantuannya! Jangan berharap pada selain-NYA! Untuk apa? Hati-hati kau pernah terjerumus ke lubang itu, jangan sampai jatuh lagi! Kau sudah rasakan bukan pahitnya?" suara lain itu kian mengingatkan pemain utama.

Didesak, dan terus didesak akhirnya pemain utama mengambil sikap.
"Baik bila kau tidak mau pergi, aku yang pergi!
Maaf, denganmu atau tanpamu, aku pasti bisa"
 

_____________________

diiringi cukup Allah bagiku by Opick Laughing

Untuk Beliau (part 1)

(tulisan ini pernah sy posting di webforum plasa.com http://webforum.plasa.com/showthread.php?p=8843892&" title="http://webforum.plasa.com/showthread.php?p=8843892&" target="_blank"http://webforum.plasa.com/sho...;posted=1#post8843892 sengaja di re-post krn untuk jaga2, takut web yg satu error, jd buat back-up an deh) 

Aku kagum dengannya
Dengan beliau yang telah memberiku banyak pelajaran
Aku bersimpati padanya
Kepada beliau yang telah mengajarkanku untuk tetap tangguh

Saat kertas ini bersih murni
Tak ternoda dari tinta
Beliau mengajarkan kami tentang semua
Tentang hidup, tentang arti pembelajaran
Kertaspun segera penuh akan coretan
Akan polesan kuas yang kugambar


Lembar demi lembar berisi banyak catatan
Hingga berjilid-jilid malah
Bila kau bertanya seperti apa isinya
Aku belum tahu jawabnya
Sebab aku masih sibuk mencatat

Tawazun itu...

Aku terpekur dalam diam. Masih terngiang di telinga ini tatkala namaku disebut. Ya Rabb... sungguh berat amanah ini, menjadi pemimpin bagi sebuah majlis sekaligus menjadi pengajar di sebuah lembaga pendidikan. Belum lagi status mahasiswa masih melekat di diri. Dan yang paling penting adalah peranku di rumah, sebagai anak pertama. Sangat berat sekali, impianku agar keluarga segera mendapat hidayah dari-NYA selalu kupanjatkan, namun bila aku jarang hadir di rumah bersama mereka, bagaimana bisa terwujud impian tersebut? Aku ingin keseimbangan.Berusaha selaras dalam keseimbangan baik di dalam maupun di luar. Apakah seimbang hanya untuk mereka yang dijaga kelurusannya oleh Yang Kuasa? Apakah hamba tak pantas meraih keseimbangan? Sungguh aku tak ingin mengecewakan banyak pihak, namun sungguh tak pantas bila kalian mengandalkan makhluk yang dhoif ini. beraaat... Pikiranku kembali melayang kepada kata keseimbangan. Apa sebenarnya keseimbangan? Dalam buku Manajemen Tawazun dalam Kehidupan Muslim, keseimbangan atau dikenal pula dengan istilah tawazun bermakna memberi sesuatu akan haknya, tanpa ada penambahan dan pengurangan. Lebih lanjut dijelaskan dalam buku tersebut, bahwa keseimbangan erat kaitannya dengan kecenderungan. Sebelum kita berperilaku seimbang, baiknya kita mengetahui kecenderungan yang umumnya diraih oleh setiap muslim. Ada beberapa kecenderungan yang disebutkan dalam buku tersebut, yaitu: Kecenderungan menuntut ilmu syar'i Kecenderungan memperbanyak kuantitas dan prosentase ibadah Kecenderungan berdakwah menuju jalan Allah Kecenderungan ikut andil berjihad di jalan Allah Kecenderungan mencari dan meraih harta yang banyak Melihat kecenderungan yang disebutkan di atas, hati kecil ini berkata, aku yakin ada berpuluh-puluh kecenderungan lagi yang belum disebutkan dalam buku tersebut, sebab sungguh manusia adalah makhluk yang tak pernah ada kata puas, selalu ingin, ingin, dan ingin lagi. Tapi tetaplah selalu ingat, bahwa hidup haruslah memilih. Memilih keseimbangan dalam hidup harus diusahakan. Untuk itu usaha yang perlu diperhatikan agar segala sesuatu seimbang adalah sebagai berikut:

1. Membuat skala prioritas dari kecenderungan-kecenderung an yang ada. Kembali menjabarkan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) dari setiap kecenderungan.

2. Menyadari bahwa dalam keseimbangan selalu ada kata pengorbanan. Maka bersiaplah untuk rela berkorban dalam meraih kecenderungan yang telah disusun.

3. Keseimbangan akan tercapai bila kita mampu mengkomunikasikannya dengan lingkungan sekitar.

4. Yang paling utama selalu meminta kepada-NYA agar dapat diberikan jalan yang mudah dalam meraih keseimbangan.

Keempat usaha tersebut hanyalah pendapat saya pribadi. Mohon maaf bila tak berkenan dengan saudara.

 

Muridku berbicara Aborsi..

Sore itu aku kembali bertemu dengan murid-murid les jarimatika di sebuah tempat kursus. Dengan semangat tinggi kulangkahkan kaki menuju tempat kursus. Setengah jam di perjalanan menuju lokasi rasanya begitu lama. Aku tak sabar lagi bertemu dengan anak-anak didikku, yang begitu bersemangat dalam menuntut ilmu. Kehidupan pas-pasan tak membuat langkah mereka surut dalam mengejar cita dan asa.

“Assalamu’ala ikum,” salamku saat memasuki kelas.

“Wa’alaikum salam. Bu Nitaaaa,” teriak mereka sambil segera menghampiriku, saling berebut tanganku untuk cium tangan.

“Apa kabar semua?” tanyaku. “Alhamdulillah baik, bu” jawab Kholis.

“Sehat, bu”ujar Nabila

“Bu, Bilqis gak masuk karena sakit panas,bu” lapor Amanda.

“Innalillahi&hellip ; Semoga Bilqis segera sembuh agar bisa segera masuk les ya” harapku. “Yuk kita mulai belajar, sebelumnya mari baca doa terlebih dahulu

” Bismillahirrahmaanirrahii m.. Rabbii dzidni ilman war zuqni fahman.. Ya Allah tambahkanlah ilmuku dan pertinggikanlah kecerdasanku. Amien..."

Sepotong doa menuntut ilmu nyaring terdengar dari dalam kelasku, sebagai pembuka agar ilmu yang didapatkan menjadi berkah bagi kehidupan kelak. Amien, amien ya rabbal’alamien.. Doa menuntut ilmu selesai dipanjatkan, kemudian tanpa diberi aba-aba terlebih dahulu, murid-muridku segera membuka buku dan mulai mengerjakan. Dua puluh menit berlalu tiba-tiba Damar bersorak memberi tahu sesuatu, “Bu, tadi di depan

puskesmas banyak polisinya,bu. “iya bu, tadi jalanan sampai macet,” sambung Tiara.

“Memangnya ada apa?” tanyaku ingin tahu.

“Ada yang… apa tuh namanya…” jawab Tiara sambil menerka-nerka jawaban yang benar.

“Itu bu, tadi katanya di Puskesmas ada yang aborsi,” jawab Nevy.

“Hah? Astagfirullah… serem amat,eh.. emang kalian tahu apa itu aborsi?” kataku.

“Aborsi itu artinya ya membunuh anak, bu” jelas Damar.

“Iya , aborsi itu maksudnya bayinya dibunuh, ya kan bu?” ujar Tiara tak yakin.

“Berarti bayinya dimatiin dong, bu?” Nabila dengan tak yakin bertanya.

Sekilas aku terbengong-bengong mendengar jawaban murid-murid didikku. Muridku yang semuanya siswa SD kelas satu ini begitu jelas dan tepat menerangkan kata ABORSI. Mungkin orang tua mereka yang memberitahu makna aborsi, pikirku.

Kemudian aku menjelaskan singkat makna dari kata aborsi. “Ya, aborsi adalah sebuah kegiatan yang menghilangkan nyawa jabang bayi. O, iya tahu darimana teman-teman makna dari aborsi?” tanyaku.

Beberapa muridku menjawab bahwa mereka mengenal kata aborsi dari sebuah sinetron ***, yang pemainnya pernah melakukan aborsi.

Ya Rabb.. begitu besar pengaruh acara televisi pada anak-anak, banyak istilah yang sebenarnya belum waktunya diketahui oleh mereka, ditambah tayangan sinetron yang menampilkan tindakan yang tak sepantasnya ditonton oleh anak-anak .

Sesampai di rumah aku mencari referensi mengenai aborsi, sebuah kata yang menyeramkan ini mengusik rasa ingin tahuku. Sebagai pendidik, aku harus banyak memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan agar kelak ketika mengajar dapat menjawab celotehan maupun pertanyaan yang kadang dilontarkan oleh murid-muridku. Bahkan tak jarang pertanyaan tersebut suka tak nyambung dari tema yang dibahas. Tak maulah aku terlihat bodoh di depan murid-muridku.

Selembar Koran Republika tergenggam di tanganku. Besar-besar tertulis di sana sebagai judul, dengan bunyi “ISLAM LARANG ABORSI.” Berikut beberapa informasi yang kudapatkan dari Koran tersebut:

• Kasus Aborsi di tanah air ternyata sangat tinggi yaitu mencapai 2,5 juta kasus setiap tahun, dan angka ini mengalahkan kasus aborsi di Amerika Serikat yang mencapai 1,2 juta kasus per tahun. Menurut Guru Besar Universitas Yarsi Jakarta, Jurnalis Uddin, 2,5 juta kasus ini tak termasuk kasus aborsi yang dilakukan di jalur nonmedis. Itu artinya, kasus aborsi di Indonesia bisa lebih tinggi lagi jumlahnya. Kemudian menurut KH. Anwar Ibrahim, Ketua Komisi Fatwa MUI, bahwa seks bebas merupakan pemicu tingginya aborsi.

• Masih ada kontroversi pada isi UU kesehatan yang baru tentang aborsi, khususnya pasal 75 dan 76. Penjelasannya dapat dilihat di http://erabaru.net/nasional/5...

• Pada prinsipnya, aborsi dilarang tak hanya oleh agama islam tapi juga oleh semua agama (baca: link yang sudah saya cantumkan di atas).

Seusai membaca artikel tersebut, aku merinding takut, teringat akan sebuah ayat dalam Al-Qur’an, bahwa neraka jahanam adalah tempat yang kekal bagi pembunuh..

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa: 93)

Dalam hati ku berharap,bangsa Indonesia dapat diberkahi oleh generasi-generasi murni yang berkualitas dan membanggakan, bukan generasi yang didapat dari hasil zina. Naudzubillahi min dzalik…

 

 

PILU

Cry

 

Aku terdiam dalam kenyataan

Tak pandai berkata-kata

Cukup tetesan air mata menjadi jawabnya

 

Kala kau berkata sejujurnya

Hatiku pilu

Lidahku kelu

Seakan petir menyambar di siang hari

 

Apa maksudmu?

Mengapa kau berbuat demikian?

Apa salahku?

 

Cukup terima kasih sampai disini

Hanya air mata jawabku

 

 

 

eine BITTE von MIR

 

 

Es ist mir verwirrt, um etwas auszudrücken. Keine Ahnung, keine Ideen, aber ich versuche etwas zu äussern

 

eine Bitte von Mir

Bitte nicht zu sprechen

Wenn es mir langweilig ist

 

Bitte nicht zu lachen

Wenn ich Schwierigkeiten habe

 

Bitte nicht zu bejahen

Wenn ich etwas verneine

 

Stell aber dich bitte zu mir!

Wenn ich mich an der Spitze einsam lebe

Laughing 

 

Cinta dalam kacamataku

Lagi.. lagi dan lagi aku terbangun dari tidurku. Sudah kesekian kalinya kata-kata itu terngiang dalam benak ini. Ingatanku beralih ke suatu senja di hari sabtu saat seorang kawan bertanya serius kepadaku "Nit, have you ever falling in love?"

Hufff... pertanyaan yang sama yang menjadi langganan teman-teman terdekat. Of course, I have, I'm normal, man, terangku kepada mereka yang selalu bertanya dengan pertanyaan tersebut. 

Cinta... Cinta.. Cinta selalu menarik diperbincangkan diantara tua dan muda, diantara adam dan hawa. Untuk istilah ini aku tak pernah asal mengungkapkan maknanya. Bagiku cinta memiliki arti yang sangat luas, sempit sekali bila kita memaknai cinta dengan hubungan antara dua lawan jenis. Oleh karena itu, aku selalu mengobral kata cinta dengan keluarga, saudara, anak-anak didik bahkan kucing kesayangan, Af(gan)teng... Smile Meski ku mengobral cinta, namun aku bukanlah si petualang cinta, yang mudah terbuai oleh rayuan gombal bin gembel kaum adam. Mulut memang dapat berkata manis, namun maaf aku hanya ingin mencintai sekali sudah itu mati..

The last but not the least, aku percaya dengan cinta, aku tidak hanya mendapatkan rahmat dari Sang Pemilik Alam Semesta, Robbul Izzati, Allah SWT tapi aku juga mendapatkan keridhoan hati dari sesama.